MANUSIA DAN PENDERITAAN
TUGAS
ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN PENDERITAAN
BY :
GILANG AULIAVIA NURRAGA
1KA15
12117541
DOSEN : BUDI PRIJANTO
1.
PENGERTIAN
PENDERITAAN
Penderitaan
adalah bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari
bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan penderitaan bias bersifat
lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda-beda.
Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah, depresi karena tekananhidup,
dan lain lain.
Penderitaan adalah termasuk realitas manusia di dunia. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan.
Penderitaan adalah termasuk realitas manusia di dunia. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan.
2.
SIKSAAN
Penderitaan
biasanya di sebabkan oleh siksaan. Baik fisik ataupun jiwanya. Siksaan atau penyiksaan
(Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan
kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan
intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, ataumendapatkan
pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.
Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan.
Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat
untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu
pemerintah.Artisiksaan, siksaan berupa jasmani dan rohani bersifat psikis,
kebimbangan, kesepian, ketakutan.
Siksaan Yang Sifatnya
Psikis :
1)
Kebimbangan : memiliki
arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih
2)
Kesepian : rasa
sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia dalam lingkungan
orang ramai
3)
Ketakutan :
sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang
mengalamisiksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan tidak pada
tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
Apa yang
membuat seseorang menjadi phobia ?Ahli-ahli medis mempunyai pendapat yang
berbeda-beda dan banyak penderita yangmempunyai teori tentang asal mula dati
ketakutan mereka. Kebanyakan phobianya dimulaidengan suatu schock emosional
atau suatu tekanan pada waktu tertentu, misalnya pekerjaan baru, kematian dalam
keluarga, suatu operasi atau sakit yang serius. Beberapa penderita mengatakan
bahwa mereka memang merasa gelisah dan tertekan sejak masih kanan-kanak,tetapi
phobia juga dapat berkembang dalam diri orang-orang yang kelihatannya tenang
dan mantap
3.
KEKALUTAN MENTAL
Gejala-gejala
permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah
sebagai berikut :
1.
nampak
pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2.
nampak
pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
3. Selalu
iri hati dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga
diamenjadi sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan
detruksi diri
dan bunuh diri.
4.
Komunikasi
sosial putus dan ada yang disorientasi social
5.
Kepribadian
yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, (
orang-orang melankolis)
6. Terjadinya
konflik social budaya
akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan
lingkungan masyarakat.
Tahap - tahap
gangguan jiwa :
1. Gangguan
kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2. Usaha
mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehinggacara
benahan dirinya
salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan
problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan
melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan
3.
Kekalutan
merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
4.
Krisis
ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit jiwa, terutama gangguan
kecemasan.
5. Dipicu
oleh faktor psychoeducational. Faktor ini terjadi karena adanya kesalahandalam
proses pendidikan anak sejak kecil, mekanisme diri dalam memecahkanmasalah.
Konflik-konflik di masa kecil yang tidak terselesaikan, perkembangan yang terhambat serta tiap
fase perkembangan yang tidak mampu dicapai secara optimaldapat memicu gangguan
jiwa yang lebih parah.
6. Faktor
sosial atau lingkungan juga dapat berperan bagi timbulnya gangguan jiwa, misalnya budaya,
kepadatan populasi hingga peperangan. Jika lingkungan sosial baik,sehat tidak
mendukung untuk mengalami gangguan jiwa maka seorang anak tidakakan terkena
gangguan jiwa. Demikian pula sebaliknya. Gangguan jiwa tidak dapat menular, tetapi
mempunyai kemungkinan dapat menurun dari orang tuanya. Namun hal ini tidak berlaku
secara absolut.
Sebab-sebab
Timbulnya Kekalutan Mental :
1.
Kepribadian
yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya
konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam
masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
3.
Cara
pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial;
overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional
4.
PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap
manusia pasti mengalami penderitaan, baik secara berat ataupun ringan.
Penderitaanadalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu
terserah kepada manusiaitu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu
semaksimal mungkin, bahkanmenghindari atau menghilangkan sama sekali.
Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal inimembuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yangmelihat atau mengamati penderitaan.
Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal inimembuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yangmelihat atau mengamati penderitaan.
5.
PENDERITAAN, MEDIA MASSA, DAN SENIMAN
Berita
mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar
TV, pesawat radio, dengan maksud agar semua orang yang menyaksikan ikut
merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat mengunggah hati manusia untuk berbuatsesuatu.Media
massa adalah alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan
peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada asyarakat luas.
Dengan demikian masyarakat dapat segera
menilai untuk menentukan sikap anatara sesama manusia, terutama bagi mereka
yangsimpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para
seniman melaluikarya seni, sehingga para pembaca dapat mengambil hikmah dan
pelajaran dari karyatersebut.
6.
PENGARUH PENDERITAAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP MANUSIA
Penderitaan
mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalamdirinya. Sikap
yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap
negativemisalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,
ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan ituadalah
hanya bagian dari kehidupan.
KESIMPULAN
Sebenarnya penderitaan
terjadi tidak hanya lantaran perang atau karena tingkah manusia agresif lainnya. Banyak
hal yang menyebabkan penderitaan manusia, seperti; bencana alam, musibah atau kecelakan,
penindasan, perbudakan, kemiskinan dan sebagainya. Penderitaan bias dikatakan sebagai fenomena yang universal. Penderitaan tidak mengenal ruang dan waktu. Ini berarti bahwa
penderitaan tidak hanya dialami oleh manusia zaman sekarang,dimana kebutuhan
dan tuntutan hidup semakin meningkat yang mana akan menimbulkan penderitaan bagi yang tidak mampu untuk memenuhinya. Akan tetapi penderitaan itu telah ada sejak kelahiran
manusia pertama yaitu nabi Adam. Betapa menderitanya nabi Adam dan Hawa ketika ia harus
meninggalkan surga lantaran tindakannya yang tidak mengikuti perintah Tuhan dan lebih mengikuti nafsunya dan bujukan syaitan.
KOMENTAR
Setiap manusia yang
hidup di dunia pasti pernah merasakan penderitaan. Baik itu ringan atau berat.
Hidup tidaklah selalu bahagia tuhan memiliki caranya sendiri untuk
mengukursebarapa kuat iman kepadanya. Hidup di duniapun tidak selalu menderita,
sedih, ataupun susah. Terkadang
saat manusia terlalu terbuai dengan kesenangan duniawi manusia akan melupakan
batasan-batasan yang ada sehingga tuhan akan memberikan cobaan untuknya yang
membuatnya menderita.

Komentar
Posting Komentar